Laki laki misterius
" Dengan wajah pucat pasi, dia tersenyum ke arah ku"
Kisah ini bermula ketika aku bekerja di sebuah perusahaan yang letaknya sangat jauh dari tempat tinggal ku.
Hari itu aku datang lebih siang dari biasanya, perusahaan tempat ku bekerja tidak mempermasalahkan karena ku tanggung konsekuensi nya. Datang siang ya pulang malam, dan itu sudah kuperhitungkan.
Setelah selesai bekerja aku tidak langsung pulang, aku mampir dulu ke rumah makan untuk makan malam. Karena jarak dari tempat ku bekerja sangat jauh sekali. Malam itu pukul 21.00 WIB "duhh udh kemaleman nih" gumamku. Selesai makan malam aku bergegas pulang.
Aku harus menempuh perjalanan kira kira 2 jam untuk sampai ke rumah. Dan seperti biasa jalanan malam itu macet sekali, namanya juga ibu kota. Aku mulai gelisah duduk didalam bus, rasanya bus yang kutumpangi tidak jalan jalan.
Sesekali aku melihat jam tangan ku, yang pada saat itu sudah menunjukan pukul 22.30 malam. Harus nya sudah mau sampai, tapi jam segini masih disini. "Gumamku".
Akhirnya aku pun tiba di perbatasan untuk berganti bus, yang menandakan tujuan ku sudah dekat. Alhamdulillah kali ini jalanan lancar, kataku.
Aku pun hampir sampai tujuan, karena aku harus naik ojek lagi untuk sampai ke rumah ku. Dan keanehan pun terjadi mulai dari sini.
Setelah aku turun bus, aku menumpangi motor yang dikendarai oleh tetanggaku sendiri. Saat itu pukul 23.50 malam. Diperjalanan sangat sepi sekali maklumlah namanya juga kampung yang jam 17.00 sore saja jalanan sudah sepi.
Ketika itu aku melihat seorang laki laki sedang berdiri mengenakan baju berwarna putih dan celana panjang berwarna cream. Sambil menatap sebuah rumah... ngapain itu orang malam malam begini berdiri di tengah jalan memandangi rumah? Batinku.
Aneh nya lagi, si bapak ojek mengendarai motor yang hampir saja menabrak laki laki itu. Satu centi lagi aku menyentuhnya, pikir ku.
Aku pun menegur bapak ojek dan berkata "pak, bapak ngantuk?
Engga neng... "jawab bapak ojek, singkat"
Bersamaàn itu pula aku menoleh lagi kebelakang tempat laki laki itu berdiri, setelah aku perhatikan laki laki itu pun menoleh ke arah ku. Dengan wajah pucat pasi dia tersenyum padaku.
Karena aku merasa tidak mengenal laki laki itu, aku pun balik badan dan mengabaikan senyumannya.
Dan akhirnya aku pun sampai di rumah ku, aku membersihkan diri dan bergegas untuk tidur.
Keesokan paginya aku mulai beraktifitas lagi, kali ini aku datang ke tempat kerja ku lebih awal karena aku tidak ingin pulang malam dan terjebak macet lagi.
Aku menunggu ojek, dan ternyata yang datang adalah ojek yang aku tumpangi semalam. Karena masih ada yang mengganjal tentang kejadian semalam langsung saja aku tanyakan ke bapak ojek yang aku tumpangi.
Pak, semalam sehabis mengantar saya pulang bapak masih ngojek lagi? Tanya ku
Masih neng, lah ini saya belum pulang. Jawabnya
Emang bapak ga ngantuk? Tanya ku lagi
Engga neng, saya mah udah biasa jadi ga ngantuk. Jawab nya
Tapi semalam bapak hampir menabrak orang loh. #desak ku jengkel karena si bapak tidak mengaku kalau dia mengantuk saat mengendarai motor semalam".
Ah, orang dimana neng? Perasaan saya, semalam saya nganter neng pulang ga liat ada orang di sepanjang jalan. Jawab nya lagi.
Aku makin jengkel "nih bapak kayanya ngantuk beneran, masa orang se gede itu di depan mata dia ga liat" gumam ku.
Lalu bapak ojek itu bertanya lagi "emang semalem liat ada orang dimana neng?
Aku pun menunjuk tempat dimana semalam aku melihat laki laki itu berdiri.
Disitu pak, semalam ada laki laki berdiri sedang memandang ke arah rumah itu "Kata ku"
Astagfirullah, jawab bapak ojek.
Kenapa pak. Tanya ku.
Itu mah bukan rumah neng, itu pemakaman. Sambung nya.
Ah masa ??? Jawab ku tak percaya.
Ya udah neng kalau ga percaya, ini saya muter balik lagi ya. Nanti kalau sudah dekat, saya kasih tau. Katanya lagi.
Karena penasaran aku pun mengiyakan perkataan bapak ojek itu.
Dan kami pun kembali memutar arah.
Setelah dekat dengan tempat tujuan, si bapak ojek mengendarai motornya dengan sàngat lambat sekali. Sambil menunjuk kesebuah papan yang bertuliskan "PEMAKAMAN UMUM Ds.................."
Astaga, batin ku.
Kenapa semalam aku bisa melihat pemakaman itu sebuah rumah, kemana papan yang bertuliskan "PEMAKAMAN UMUM" itu semalam??? Kenapa aku tidak melihat nya, padahal tulisan itu jelas sekali ada di depan gerbang pemakaman itu.
Aku pun terdiam heran.
Setelah sampai, aku mengucapkan terima kasih ke bapak ojek. Sekaligus aku meminta maaf, sudah merepotkan dan sudah sedikit kesal dengan nya. Karena ku pikir si bapak ojek mengendarai motor nya dalam keadaan mengantuk.
Itu làh segelintir kisah ku, selamat malam.
Salam,
Yp19
Komentar
Posting Komentar
Selamat datang dan terima kasih masukan nya.
🙏