Pendatang

 "Kursi itu bergerak sendiri, bersamaan dengan suara tangisan"

Malam my dear, 

Kali ini aku ingin menceritakan pengalaman ku di tempat kerjaku yang baru.

Karena selalu pulang malam, akhir nya aku memutuskan untuk mencari kerja di tempat lain. Dan hari itu aku mendapatkan panggilan kerja yang jaraknya lebih dekat dari rumah ku. Sesuai harapan "batinku"

Aku pun mulai bekerja disana, awal nya aku tidak merasakan keanehan. Hingga suatu pagi, aku merasakan seperti ada sehelai kain tipis yang menyentuh tangan ku. Apa ini ? Pikir ku, aku melihat sekeliling dan memang tidak ada apa apa disana.

Keesokan hari nya, keanehan terjadi lagi. Ketika aku sedang meeting dengan atasan ku, aku mendengar suara wanita sedang tertawa terbahak bahak tepat di telinga ku. Aku heran kenapa disaat suasana sangat hening, ada yang tertawa sekeras itu.

Di hari berikutnya ketika aku sedang merapikan dokumen di meja atasan ku, aku mendengar ada suara keran air di toliet. Ooh ibu sudah datang "batin ku"

Setelah selesai aku keluar ruangan dan mendengar suara ketukan pintu, dan aku bergegas untuk membukanya. Betapa terkejutnya aku setelah ku lihat yang datang adalah atasan ku. 

Ini si ibu baru datang, lalu siapa yang ada di dalam toilet tadi??? Astaga, pikir ku. Karena penasaran aku mengikuti atasan ku masuk ke ruangan. Akupun mengecek toilet nya.

Ada apa? Tanya atasan ku heran

Ga apa apa bu, cuma cek keran air. Soalnya yang di luar mati. Jawab ku, berbohong karena penasaran.

Dan berikut nya, yang menurut ku merupakan puncak dari kejadian sebelum nya. Adalah saat atasan ku sedang ke luar kota, seperti biasa aku merapikan dokumen di ruangan nya. Ketika itu aku melihat kursi di ruangan itu bergeser sendiri, bersamaan dengan itu aku mendengar suara tangisan. Seperti suara orang sedang menangis beramai ramai. 

Astaga, ada apa ini? Kenapa kursi itu bergerak sendiri?? Apa ada gempa? "Batin ku". 

Siapa yang menangis? Seketika badan ku lemas kepala ku berputar, tapi ku coba bertahan. Akan ku tunggu sampai selesai, akan ku tunggu suara tangisan itu hilang. "Tekad ku, dalam hati"

Cukup lama aku berdiri menyaksikan keanehan yang sedang terjadi di depan mata ku saat itu. Dan akhirnya suara itu hilang, dan kursi berhenti bergerak. 

Aku pun lega, dan berusaha untuk meninggalkan ruangan itu. 

Aku bertanya pada diri ku sendiri. Kenapa kejadian aneh itu menimpaku? Apa salah ku??

Lalu keesokan hari nya aku memutuskan untuk kembali ke ruangan itu, ku beranikan diri untuk memperkenal kan diri ku. Entah kepada siapa aku berbicara saat itu, yang pasti aku hanya ingin "Mereka" menerima keberadaan ku sebagai "PENDATANG".

Setelah hari itu.. aku sudah mulai terbiasa melihat kejadian aneh seperti kursi, vas bunga, gelas yang bergeser sendiri. Suara tertawa, menangis. Wangi bunga, wangi pandan yang tiba tiba menyeruak.

Kita sama sama disini, jangan ada saling menganggu. "Batinku"

Pelajaran yang bisa ku petik dari pengalaman ku ini adalah, bukan hanya manusia yang ingin di hargai. "Mereka" pun sama, ingin di hargai.

Salam,

Yp19









Komentar