Kesurupan
"Kalian merusak rumah ku"
Kejadian ini bermula ketika dirombaknya area persawahan menjadi perumahan.
Banyak warga yang mengeluh kan kejadian mistis diluar nalar saat perombakan itu terjadi.
Salah satu kisahnya adalah warga yang di datangi seorang "perempuan berkebaya"
Saat itu harni (samaran) sedang duduk di teras rumahnya, ketika adzan magrib berkumandang harni pun bergegas untuk masuk kedalam rumahnya.
Baru saja ingin menutup pintu, harni dikejutkan oleh sesosok perempuan memakai kebaya dengan wajah pucat pasi.
"Aku ingin menjemput anak ku" perempuan itu berkata dengan muka datar .
Harni pun memanggil ibunya. Untuk menanyakan apa yang di maksud perempuan itu. Tetapi aneh nya begitu sang ibu menghampiri harni, perempuan itu hilang. Entah kemana...
Keesokan hari nya harni jatuh sakit, dia sering mengigau tidak karuan. Sampai suatu malam, harni melihat perempuan berkebaya itu datang lagi. Dan masih menanyakan keberadaan anak nya.
Harni pun jatuh tersungkur di lantai, keluarga pun panik. Tetapi setelah mereka menghampiri harni, alangkah terkejutnya karena harni meronta seperti orang yang sedang marah. Dia memukul, menendang siapa saja yang mendekatinya.
Akhirnya keluarganya pun meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga datang, lalu memegangi tangan dan kaki harni.
Lepaskan aku " pinta harni
Siapa kamu? "Tanya salah seorang warga
Aku ...... hihihihi "jawab harni
Kenapa kamu menggangu harni? " tanya warga lagi
Aku hanya ingin menjemput anak ku" jawab harni
Anak mu tidak ada disini" kata salah seorang warga
Kalian merusak rumah ku, hingga aku kehilangan anak ku" jawab harni
Sekarang apa yang kamu mau? Tanya warga
Aku ingin rumah ku kembali " jawab harni
Baiklah akan kami urus rumahmu, sekarang pergi dari tubuh harni. " pinta salah seorang warga
Tiba tiba harni terdiam lemas tidak berdaya.
Warga pun mencoba membangunkan harni, setelah harni tersadar. Ia terlihat bingung dan bertanya ada apa?
Kamu mengalami "kesurupan" kata salah seorang warga.
Tanpa berkata kata lagi keluarga pun mengangkat tubuh harni dan memindahkannya. Istirahat lah " pinta keluarga harni.
Keesokan hari nya perwakilan warga menemui kepala desa untuk membicarakan masalah yang mereka alami, kepala desa pun berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan salah seorang pemilik dari perumahan itu.
Waktu pun berlalu, dan kejadian yang meresahkan warga itu pun berangsur hilang. Entah apa yang mereka lakukan, yang jelas kejadian itu sudah tak pernah ada lagi.
Sekian kisah ku, semoga terhibur.
Salam,
Yp 19
Komentar
Posting Komentar
Selamat datang dan terima kasih masukan nya.
🙏