Penghuni rumah tua, part 2
Benda itu bergerak sendiri tepat di depan mataku...
Hari itu adalah hari bahagia yang pernah aku rasakan sebelum nya, ternyata Tuhan memberikan kami kepercayaan lagi. Yaa, aku hamil untuk yang ke dua kalinya.
Tetapi "mereka" semakin berani menggangguku. Seperti kejadian malam itu.
Seperti pada umum nya orang yang sedang hamil, ada ada saja permintaan nya. Termasuk aku, entah mengapa malam itu aku ingin sekali menyantap sop swike.
Akhirnya ku paksa suamiku untuk mencarinya, entah kemana. Tapi ku tak mau tau, harus dapat "pintaku". Padahal hari sudah larut, kira kira pukul 21.45.
Aku hanya berteriak dari dalam kamar, meminta suamiku untuk segera pergi membelinya. Aku terus saja merengek seperti layak nya anak kecil.
Aku memperhatikan suami ku dari dalam kamar, kamar yang kebetulan hanya di tutupi gorden.
Paa, cepat pergi. Kenapa cuma mondar mandir dari tadi? Kata ku..
Terus saja berulang, mondar mandir. Membuat ku semakin jengkel.
Ku lihat jam sudah menunjukan pukul 22.51, duhh mau mondar mandir sampai kapan? Gumam ku.
Karena kesal aku keluar kamar, dengan amarah yang seakan akan sudah memenuhi kepala ku. Paa... kenapa dari tadi cuma mondar... (sambil membuka gorden) man...dir...
Astaga, aku tercengang... diam sejenak... karena ternyata tidak ada siapa pun di rumah ku.
Aku keluar melihat pintu yang ternyata sudah tertutup rapat.
Siapa tadi yang mondar mandir di depan kamar?, batin ku...
Aku masih penasaran, karena aku yakin sekali kalau tadi aku melihat orang yang sedang mondar mandir di depan kamar ku.
Ku cari di seluruh ruangan, dari depan kebelakang. Dari belakang kedepan, dan memang tidak ada siapa siapa...
Ditengah lamunanku, aku mendengar suara tangisan anakku. Akhirnya aku kembali ke kamar dengan misteri yang masih saja berputar di kepala ku...
Malam berikutnya, suami ku pamit untuk mengunjungi salah satu keluarganya. Dan berjanji akan pulang secepatnya.
Awalnya tidak ku ijinkan karena hari sudah mulai sore, tetapi karena suami ku berjanji tidak akan pulang larut. yaa aku kabulkan permintaannya.
Jam sudah menunjukan pukul 20.30, suamiku belum juga pulang. Duhh, janji palsu " batinku"
Karena bosan berada di dalam kamar aku mengajak anak ku untuk menonton tv di ruang tamu.
Saat itu aku mengajak bermain anakku di depan cermin yang berada tidak jauh dari ruang tamu.
Dede... cilukba (sambil menutup dan membuka mata ku dan anak ku).
Karena kulihat anak ku tertawa, aku mengulanginya lagi. Dede... cilukba, anak ku tertawa lebih keras lagi.. senang rasanya melihat anak ku ceria..
Dan untuk yang ketiga kalinya, dede ciluk...
Ya Tuhan, dari cermin aku melihat perempuan berada tepat dibelakangku. Rupanya dia sedang memperhatikan ku, entah dari kapan.
Wajah nya pucat sekali, dengan rambut tergerai. Memakai baju putih panjang, dia menatap ku dengan tatapan kosong.
Aku hanya melihatnya dari cermin, lalu ku matikan televisi dan masuk ke dalam kamar.
Sesampai nya di kamar, ku peluk erat anak ku. Ku pegang perut ku. Tuhan... lindungi kami, doa ku.
Anak ku pun tertidur, aku terus saja menoleh ke arah jam. Kenapa suamiku belum pulang, batin ku.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari. Suamiku tak kunjung datang. Aku tidak bisa menunggu, aku harus membuatkan susu untuk anak ku. Ku tak ingin anak ku menangis tengah malam karena kelaparan.
Ku beranikan diri kedapur untuk membuatkan susu, sesampainya di dapur. Aku melihat pintu lemari es terbuka dan menutup sendiri. Mobil mobilan anak ku yang bergerak sendiri. Maju mundur, maju mundur.
Aku terdiam, ada amarah yang membakar hati ku. Aku tidak mau terus dihantui seperti ini, ini rumah ku !!!
Akhirnya ku raih mobil mobilan anak ku yang sedari tadi bergerak sendiri. Ku taruh mobil mobilan itu dengan posisi roda diatas. Ku buka pintu lemari es dan menutup nya kembali dengan keras. Ku pandangi seluruh ruangan, seakan akan aku sudah siap dengan apa pun yang mungkin saja terjadi.
Tak lama setelah itu, suami ku pun kembali. Dia terkejut melihat ku, dan bertanya ada apa? Kenapa belum tidur??.
Aku diam saja, percuma diceritain juga. Ga akan percaya, gumamku.
Aku pun kembali ke kamar dengan membawa susu untuk anak ku.
Karena suami ku terus saja mendesak ku agar menceritakan kejadian semalam, akhir nya aku pun bercerita. Dan seperti biasa, dia tidak percaya.
Udah lah, mungkin cuma angin. Katanya...
Angin??? Angin apa yang bisa membuka dan menutup pintu lemari es??? Angin apa yang bisa menggerakkan mobil mobilan yang sebegitu besarnya???
Ya sudah lah, percuma saja aku berdebat. Andai saja aku bisa membuktikan nya...
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar
Selamat datang dan terima kasih masukan nya.
🙏