Penghuni rumah tua, part 3.
"Ternyata dia menginginkan bayi ku..."
Tak terasa sudah 9 bulan lamanya aku mengandung, dan akhirnya datang lah waktunya aku melahirkan.
Aku di karuniai bayi laki laki lagi, yaa... kini aku mempunyai 2 jagoan kecil. Senang nya....
Baru 1 hari aku di Rumah sakit, aku rindu dengan jagoanku yang pertama. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang sebelum waktunya.
Sesampainya dirumah, aku memperkenalkan seorang adik kepada anak pertama ku. Mungkin karena usia anak ku yang masih terbilang balita dan belum mengerti apa apa. Jadi ya dia diam saja... lucunya.. " batinku"
Malam pun tiba, aku masih merasakan lemas. Karena habis melahirkan, aku meminta suamiku untuk tidak kemana mana. Karena ku takut anak ku memerlukan sesuatu tengah malam nanti.
Aku pun tertidur bersama ke dua anak ku, tetapi betapa terkejutnya aku setelah aku membuka mata. Aku melihat seorang perempuan, dengan bola mata putih. Duduk di tempat tidurku sambil mengusap usap bayi ku.
Aku rebut paksa bayi ku dari sisinya, ku peluk ke dua anak ku. Dia menatapku dengan tatapan tajam, seperti orang yang sedang marah. Cukup lama kami saling menatap, ku menoleh jam yang menunjukan pukul 01.55 dini hari.
Ku melihat nya lagi, dan dia pun tak kunjung pergi. Sampai akhirnya, suami ku pun kembali bersamaan dengan menghilangnya perempuan itu.
Setelah suami ku datang, dia bertanya ada apa lagi??. Ku hanya diam, ingin rasanya aku berkata kasar pada suami ku. Huh...
Hari berikutnya, suami ku berjanji tidak akan kemana mana dan akan menjaga kami. Tetapi tidak ku hiraukan ucapannya, aku lelah dengan janji janjinya. Tidak ada yang tau, tidak ada yang mengerti dan tidak ada yang bisa melindungi anak anaku selain diri ku sendiri. Batin ku...
Malam mulai larut, aku berusaha untuk tetap terjaga. Karena tidak mempercayai suamiku lagi. Tapi apalah daya, aku tidak bisa menahan rasa lelah ku. Dan aku pun tertidur...
Tak lama kemudian, aku mendengar suara seorang perempuan memanggil nama ku. Aku pun terbangun, karena lampu kamar yang redup. Aku tidak bisa melihat jelas wajahnya, tetapi aku mengenali suaranya. Suaranya mirip dengan suara adik ku "yp... bayi mu untuk aku ya" katanya.
Aku terus saja memperhatikan perempuan itu, siapa dia? Batin ku.
Lama kelamaan perempuan itu seperti melayang... akupun tersadar... Tidakkk.... jangan kau ambil bayi ku...
Bersamaan dengan teriakan ku, perempuan itu menerjangku. Dia mencekik leherku, sampai sesak nafas ku. Walaupun rambut nya menutupi wajah nya, tapi aku masih bisa melihat bola matanya.
Jangan kau ambil bayi ku, aku tidak rela. Batin ku.. tak lama kemudian aku mendengar suara suami ku. Bersamaan dengan perginya perempuan itu, "aku akan kembali lagi" katanya menggertak ku..
Suami ku datang dan menyalakan lampu. Tetapi kali ini dia tidak bertanya ada apa. Suami ku hanya berkata " sekarang kalau tidur lampu tidak perlu dimatikan...
Keesokan hari nya, aku yang balik bertanya pada suami ku. Paa, ko tumben ga nanya kejadian semalam??
Suami ku berkata, engga... udah tau soalnya... aku heran dan mendesaknya lagi. Tau apa??? Kata ku..
Ya udah tau kalau ada sesuatu di rumah ini...
aku tambah heran. Lalu aku bertanya lagi, katanya ga percaya... emang ngalamin kejadian apa??? Desak ku.
Suami ku pun bercerita, semalam sewaktu aku menaiki tangga. Tangga itu bergerak, dan jatuh sendiri. Sampai aku berpegangan di atap rumah, aku meminta tolong tetapi kamu tidak dengar. Akhirnya aku terjatuh dan buru buru masuk ke dalam kamar.
Angin kali paa, timpal ku. Itu jawaban yang sama, ketika aku mengalami kejadian aneh beberapa waktu lalu..
Aku tersenyum sambil berlalu, meninggalkan suami ku yang sedang kebingungan.
(Seandainya kamu tau apa yang aku dan anak anak alami semalam).
*ku tunggu kedatangan mu* batin ku... seolah olah menjawab gertakan perempuan itu semalam...
Semoga terhibur dan bisa mengambil hikmah dari kisah ini, selamat malam.
Salam,
Yp19
Komentar
Posting Komentar
Selamat datang dan terima kasih masukan nya.
🙏