Penjaga Makam.

Selamat malam,

Kisah kali ini aku angkat dari pengalaman salah seorang kerabat. Dia, sebut saja "pak arif" adalah salah seorang penjaga makam di area tempat tinggal ku.

Disini aku akan bercerita sebagai pak arif, dan inilah kisah ku.

Aku sudah mengabdi sebagai penjaga makam, sudah puluhan tahun lamanya. Kejadian demi kejadian sudah sering ku alami. Tetapi ada satu kejadian yang masih saja melekat dalam ingatan ku yaitu....

Malam itu hujan rintik sedari sore, tak kunjung berhenti. Aku dan seorang teman ku sedang melepas lelah, karena baru saja selesai mengurusi proses pemakaman salah seorang warga yang baru saja meninggal.

Tiba... tiba... Assalamualaikum..."suara dari luar"   Waalaikum salam "jawab ku. Siapa malam malam begini bertamu? Mana sedang hujan, batin ku.

Ketika aku keluar, aku mendapati seorang laki laki paruh baya sedang menungguku. 

"Ada apa pak? Tanyaku.

Ooh ini pak, saya mau minta tolong digalikan liang lahat untuk pemakaman besok pagi. "Kata bapak itu.

Dan aku pun mulai bertanya tanya, mengenai liang lahat yang dipesan bapak itu. Dan ketika semua sudah jelas bapak itu pun pamit pulang. Tinggalah aku dan temanku merencanakan penggalian liang lahat untuk besok pagi. Kami mulai beristirahat...

Pagi pun menjelang, kami bergegas ke area pemakaman yang di pesan semalam. Dan mulai menggali liang, Keanehan pun terjadi. Ketika kami menggali, tanah seakan sangat gembur. Hingga kami tidak perlu bersusah payah untuk menggali.  Mungkin semalam habis hujan jadi tanah nya mudah untuk di gali "batin ku.

Tak perlu waktu lama liang lahat pun siap digunakan, dan saat itu juga datang rombongan pembawa keranda jenazah. Tetapi betapa terkejutnya kami, setelah melihat jenazah yang akan di makam kan.

Ya Allah, ini kan bapak yang semalam datang dan memesan untuk di galikan liang lahat " ujar ku

Rombongan itu terlihat kaget dan tidak percaya dengan apa yang aku dan temanku katakan. Sudah sudah pak, nanti saja ceritanya. Sekarang kita urus prosesi pemakaman ini dulu, "ujar salah seorang rombongan jenazah.

Dan kami pun melakukan prosesi pemakaman sampai selesai, setelah itu kami berkumpul di aula yang tak jauh dari tempat pemakaman. Aku dan temanku pun bercerita:

Pak, bu... demi Allah kami tidak mengada ada. Semalam almarhum datang sendiri ke tempat kami untuk memesan liang lahat. "Ujarku

Rombongan jenazah terdiam, seakan masih tidak percaya.

Assalamualaikum pak, bu... "seseorang datang dengan tergesa gesa.

Maaf pak, bu... semalam ayah saya kecelakaan jadi saya tidak sempat memesan liang lahat untuk Almarhum. Sekali lagi saya mohon maaf "ujar laki laki itu.

Astagfirullah.... 

Tuh kan pak, bu. Dari mana kami bisa tahu kalau ada yang meninggal kalau tidak ada yang memberitahu. "Ujar ku lagi, berusaha untuk meyakinkan.

Ya sudah pak, kami percaya. Semua ini bisa terjadi pasti atas ijin Allah. Kami mohon doa nya saja untuk Almarhum, semoga Almarhum husnul khatimah. Dan ditempatkan di sisi Allah...

Aamiin...

Dan kami pun bergegas pulang, malam pun tiba. Masih dengan cuaca diguyur hujan, Assalamualaikum... lagi lagi kami mendengar seseorang memberikan salam dari luar.  Waalaikum salam,... setelah aku membuka pintu, aku tidak mendapati siapapun diluar.

Lalu sayup sayup terdengar suara seseorang berkata "Terima kasih", aku hanya bisa terdiam dan menutup pintu. Mungkin perasaan ku saja " batinku.

Aku pun terlelap, dan malam itu aku bermimpi didatangi oleh Almarhum yang ku makamkan tadi pagi sekaligus orang yang telah memesan liang lahat. Dia berkata "Terima kasih pak, sudah membantu saya". Lalu dia menghilang bersamaan dengan datangnya kabut berwarna putih.

Esok pagi nya ku datangi lagi makam itu. Sama sama pak, selamat jalan. Semoga bapak tenang di sana "ujarku sambil mengusap batu nisan yang bertuliskan nama yang sama persis juga ada di dalam buku, ketika aku bertanya detail tentang liang lahat yang di pesan.

Saat itu juga tercium oleh ku wangi kembang yang sangat menyengat, bersamaan dengan hembusan angin.

Apapun yang terjadi, pasti semua atas ijin Allah. Semoga Allah selalu melindungi, dimanapun kita berada.

Sekian kisah ku, semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Salam,

Yp 19













Komentar