Perias Jenazah
Selamat malam,
Kisah ini aku angkat berdasarkan pengalaman seorang kerabat yang berprofesi sebagai Perias Jenazah. Sebut saja "Abira", Sudah 3 tahun lamanya Abira menjalani profesi sebagai perias jenazah. Dan kali ini aku memposisikan diri sebagai "Abira".
Aku adalah seorang perantau dari kalimantan, sudah banyak sekali pengalaman pengalaman misterius yang aku alami ketika sedang merias Jenazah. Kisah ini adalah salah satunya, dan inilah kisah ku:
Hari itu hujan turun sangat lebat sekali. Kriiing... kriing... "telfon dari siapa ya?" Batin ku.
Setelah ku angkat ternyata dari seorang teman gereja yang memberikan informasi bahwa ada salah seorang keluarganya yang meninggal. Dia memintaku untuk membantu merias jenazahnya. Akupun menyanggupi...
Setelah aku selesai memberesi perlengkapan kerjaku, aku langsung beranjak pergi. "Untung saja hujan reda" batin ku.
Sesampainya disana, aku disambut oleh suara tangisan keluarga yang ditinggalkan. Dan teman ku mengantarkan aku kesebuah kamar dimana jenazah berada.
Seperti biasa sebelum merias, aku meminta ijin terlebih dahulu kepada si Jenazah.
"Salam bu, perkenalkan nama saya abira. Ijinkan saya untuk merias ibu ya. Tolong bantu ya bu, lemesin badannya". Ujar ku
Lalu akupun mulai merias dari membersihkan wajahnya terlebih dahulu, tetapi setelah aku selesai merias wajahnya. Aku melihat Jenazah itu mengeluarkan air mata. "Tuhan, lindungi aku. Bantu aku Tuhan". batin ku
Ku usap air matanya, namun semakin lama air matanya semakin deras mengalir. Aku pun kembali mengajak bicara si Jenazah.
Bu, kenapa menangis? Tidurlah dalam damai. Tinggalkan semua urusan di dunia ini, Biarkan tangan Tuhan yang bekerja. "Ujar ku.
Seketika itu juga air matanya berhenti mengalir. puji Tuhan "batinku. Lalu aku mulai melanjutkan tugasku. Setelah selesai teman ku memperkenalkan aku dengan seorang anak kecil yang bernama annete (samaran).
Annete adalah putri dari si Jenazah, teman ku berkata Annette kini seorang diri setelah minggu lalu papa nya meninggal dunia karena sakit. Dan hari ini dia pun ditinggalkan mama nya, karena sakit pula.
Ooh, mungkin ini penyebab si Jenazah menangis tadi. "Batinku. Tetapi aku tidak menceritakan kejadian tadi kepada siapa pun, karena aku tak ingin membuat suasana semakin haru.
Setelah selesai, aku pun pamit pulang. Dengan membawa kisah mistery yang hanya aku dan Tuhan yang tau.
Demikian kisah ku, semoga ada hikmah dari setiap kejadian.
Salam,
Yp 19
Komentar
Posting Komentar
Selamat datang dan terima kasih masukan nya.
🙏