Rumah Sakit Angker

Diceritakan oleh seorang nara sumber yang berprofesi sebagai perawat di sebuah Rumah Sakit di daerah pedalaman. Kisah ini terjadi sekitar tahun 80 an. Dan aku memposisikan diri sebagai sang nara sumber, inilah kisah ku:

Kala itu aku menangani pasien yang ingin melahirkan sebanyak 3 orang dihari yang bersamaan. Persalinan pertama dan kedua berjalan dengan lancar tidak ada kendala apapun. Namun saat menangani persalinan yang ke tiga, kami mengalami kesulitan karena sang ibu mengalami pendarahan. 

Segala daya upaya sudah kami usahakan namun sayang nyawa sang ibu tidak bisa diselamatkan. Kami pun menghubungi pihak keluarga tentang kejadian ini. Anak sang ibu "sebut saja Ibu T" segera kami masukan ke dalam inkubator.

Hari berikutnya pergantian shift jaga, dan aku pun mendapat shift malam bersama teman ku Ira "samaran". Saat itu tepat pukul 01.00, malam itu aku sedang duduk di meja customer service.  Tiba tiba saja aku melihat ira mengambil bayi si Ibu T, dan membawa kesuatu ruangan.

Karena aku sedang melayani salah seorang pasien, aku abaikan Ira. Setelah selesai aku pun menghampiri ira.

Aku : Ira, tadi kamu mengambil bayi yang di Inkubator?

Ira: Iya ka

Aku: Kenapa kamu keluarkan? Dan tadi kamu bawa kemana bayi itu?

Ira: Tadi sang ibu datang karena ingin menyusui sendiri bayi nya. Setelah 15 menit, dia datang lagi dan mengembalikan bayi itu.

Aku: Kamu tau siapa nama ibu tadi?

Ira: tau ka, katanya ibu itu bernama "Ibu T"

Aku: Kemarin kamu kemana?

Ira: kemarin jadwal aku Off ka.

Aku: Pantas saja Ira tidak tau kejadian kemarin. Batin ku               

Lalu ku ceritakan kejadian Ibu T kemarin                    kepada Ira.

Setelah Ira mengetahui kejadian kemarin, sontak saja wajahnya berubah pucat. Namun aku berhasil menenangkan Ira. Dan kami pun bekerja hingga jam kerja kami selesai.

Itulah salah satu dari sekian banyak kisah ku selama aku bekerja di Rumah sakit itu. Semoga ada hikmah dari setiap kejadian.

Terima kasih,

Salam Yp 19




Komentar