Sang Penari

"Wajah penari itu hancur bersimbah darah"

Selamat malam,

Kisah ini terjadi di suatu desa, yang dominan penduduknya berprofesi sebagai penari. Karena persaingan yang ketat, banyak dari para penari tersebut menggunakan jalan pintas. Mereka rela bersekutu dengan iblis sekalipun nyawa adalah taruhannya.

Kisah ini aku angkat berdasarkan kisah dari salah seorang penari di desa itu, Sebut saja Rosnia.  Disini aku memposisikan diri sebagai Rosnia, dan inilah kisah ku. 

Kala itu usiaku masih terbilang muda, dan aku sedang berada dipuncak kejayaanku. Yaa... bisa dibilang aku adalah kembang desa. Banyak para petinggi yang memakai jasa ku sebagai penari untuk menghibur mereka.

Tetapi sayangnya kedudukan ku sebagai kembang desa tersingkirkan karena datangnya penari baru yang berasal dari kota lain. Disinilah awal mula malapetaka itu terjadi.

Karena aku sudah terbiasa dengan kehidupan mewah, tentu saja tidak ku biarkan orang lain merebut posisiku sebagai kembang desa kala itu. Hingga aku mengikuti saran dari teman ku untuk meminta bantuan seorang dukun yang bernama mbah Arya (samaran). 

Hari itu aku mendatangi mbah arya bersama dengan salah seorang teman ku, sesampainya disana teman ku menceritakan maksud kedatangan kami.

Setelah itu mbah arya menyebutkan beberapa syarat yang harus aku penuhi, karena ku pikir syarat itu tidak lah terlalu sulit. Aku mengangguk tanda setuju. 

Kamipun datang keesokan harinya, dihari itu mbah arya memandikanku dengan bunga 7 rupa. Saat itu aku merasakan energi yang luar biasa, masuk melalui lubang pori pori kulit ku. Setelah ritual selesai mbah arya mengingatkan ku untuk datang kembali bila bulan purnama tiba.

Setelah ritual itu, aku merasakan kehidupan ku normal kembali. Tak seorangpun yang bisa menyaingi posisiku. Aku merasa menjadi perempuan sempurna. 

Purnama demi purnama telah aku lalui, dan semakin banyak pundi pundi yang aku miliki. Sampai akhirnya kejadian itu menimpaku. Sudah 2 kali purnama aku tak lagi datang, karena aku terlalu sibuk mengejar duniaku. Hingga aku lupa kewajibanku setiap bulan purnama.

Awalnya aku bermimpi bertemu dengan seorang penari, dimimpi ku penari itu menari membelakangiku. Perempuan itu terus saja menari sampai sampai tidak menghiraukan keberadaan ku. Mimpi itu berulang terus menerus, hingga malam ke 7. 

Aku tidak mengerti apa arti dari mimpi mimpi itu, hingga suatu malam. Aku merasakan sehelai kain menyentuh wajah ku. Berulang ulang kain itu menyentuh wajah ku, hingga ku paksa membuka mata. Namun betapa terkejutnya ketika aku lihat seorang perempuan melayang tepat di atas tubuh ku.

Perempuan itu melayang sambil menari, busana yang ia pakai sama persis dengan perempuan yang ada dalam mimpiku. Aku pun beranjak dari tempat tidur, lalu ku tegur perempuan itu. Kenapa dia menggangguku, dia pun menoleh ke arah ku. Aku terperanjat karena "wajah penari itu hancur bersimbah darah". 

Tak membuang waktu, aku lari keluar kamar. Ku hidupkan semua lampu dan ku hubungi teman ku. Pagi harinya aku dan temanku pergi menemui mbah arya, dan menceritakan apa yang telah menimpaku. 

Mbah arya bersedia untuk mengulangi ritual lagi, tapi aku sudah tidak mau. Aku lelah, hidupku terasa menjadi budak dunia. Aku ingin tenang  "batin ku.   
Lalu mbah arya mengingatkanku akan resiko yang akan aku alami jika aku tidak lagi meneruskan ritual ini.

Karena tekad ku sudah bulat, aku pun menyanggupi dan bersedia menerima apapun resikonya. 

Setelah kejadian itu aku merasa tubuh ku lemas,  tidak berdaya. Wajah ku kusam seperti cahaya yang redup. Satu persatu pelangganku pergi, sedikit demi sedikit pundi pundi yang aku kumpulkan hilang. Ada saja cobaan yang menimpaku, hingga aku kehilangan semua yang aku miliki.

Disaat aku sudah tidak punya apa apa lagi, aku merasakan hidup dalam keputus asaan. Karena apa pun yang aku lakukan hasilnya adalah sia sia.
Didalam gelapnyaa hati ku, saat itu aku teringat Tuhan. Yaa.. Tuhan ku, yang menciptakan bumi beserta isinya. 

Aku memulai untuk beribadah, aku belajar sholat.
Namun ketika berwudhu, aku merasakan ada seribu jarum yang menusuk tubuh ku. Sakit sekali.... 
Karena keyakinan, aku memutuskan untuk terus beribadah. Walau aku merasakan sakit yang luar biasa..

Yaa Allah... ampuni aku, ampuni dosa dosa ku. Raih tangan ku, mudahkan lah hijrah ku. Berilah kekuatan untuk menjalani cobaan ini. "Doa ku..." Karena aku percaya Tuhan pasti menolong ku, tidak hari ini mungkin esok atau lusa. Aamiin

Sekian kisah ku, semoga ada hikmah dari setiap kejadian.

Salam,

Yp19













Komentar