Kuntilanak Merah
"Wajahnya terlihat penuh dengan kebencian dan dendam, wanita itu pun menghilang di kegelapan malam".
Hai bestie, Assalamualaikum. Mimin hadir lagi nih setelah sekian lamanya kita berpisah. Kali ini mimin mau menceritakan sebuah kisah nyata yang baru saja dialami oleh salah satu sahabat dumay mimin.
Sebelumnya mimin juga mau mengucapkan terima kasih banyak untuk sahabat-sahabat dumay yang sudah mensupport blog mimin selama ini.
Langsung aja kita simak, ini dia kisahnya...
Kisah malam ini dialami oleh salah seorang sahabat mimin, sebut saja dia " Ali ". Untuk menjaga privasi serta kenyamanan, nama dan letak Perusahaan mimin samarkan ya. Dan disini mimin memposisikan diri sebagai "Ali".
Inilah kisah ku:
Namaku Ali, aku berasal dari kota Jakarta dan saat ini aku bekerja di salah satu pabrik yang terletak di Jawa Barat. Pabrik tempat ku bekerja saat ini terbilang masih sangat baru. Dapat terlihat dari bangunannya yang masih sangat bersih dan rapi.
Awalnya aku ragu ketika pertama kali mendatangi pabrik ini. Karena faktor ekonomi yang mendesakku untuk mencoba peruntungan di sini. Dan hasilnya memuaskan, yaa.. aku diterima bekerja disini.
Tak terasa sudah satu bulan aku bekerja dan menjadi bagian dari pabrik ini, hingga hari itu tiba. Hari dimana aku mengalami kejadian aneh di luar nalar.
Di hari itu:
Ratna : Li, hari ini mau pulang jam berapa?
Ali: Sebentar lagi rat, aku mau Sholat Ashar dulu. Kenapa?
Ratna : Nanti keluar pabrik bareng ya, aku mau berkemas dulu.
Ali: Ok (sambil berlalu meninggalkan ratna)
Setibanya di depan toilet aku melihat seorang wanita memakai pakaian berwarna merah, wanita itu berdiri dengan kepala menunduk membelakangi ku.
Karena penasaran, aku pun mendekatinya. Seraya bertanya "kamu siapa?"
Wanita itu pun menoleh kepadaku, dan aku terkejut ternyata dia adalah ratna. Yaa, ratna teman kerja ku.
Aku kembali bertanya, " kamu ko ada disini? Katanya mau berkemas rat."
Ratna hanya terdiam, dan sesekali meneteskan air mata. Wajahnya pucat pasi. Tak sedikit pun dia menjawab pertanyaan ku.
Di tengah kegelisahan, aku mendengar teriakan dari arah ruang kerja ku. Tak pelak aku langsung pergi dan mendatangi teriakan itu berasal.
Sesampainya disana aku melihat sudah ada banyak orang yang berkerumun di ruangan itu, aku mendekatinya. Dan tiba tiba tubuh ku bergetar kencang, ketika yang kulihat di depan ku adalah Ratna.
Ternyata yang berteriak adalah Ratna, lalu siapa yang aku temui di depan toilet tadi ? "Batinku
Aku melihat dia meronta ronta, dia mencakar, menendang siapapun yang ada disekitarnya. Dia seperti sedang dirasuki sesuatu, entah apa itu.
Disaat yang lain menolong ratna, aku hanya bisa duduk terdiam. Badan ku lemas, tatapan ku kosong, fikiranku melayang. Masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi.
Tak lama setelah ratna tersadar, kami di bawa keluar dari ruangan itu. Kami di tenangkan, aku mendengar sebagian orang melantunkan ayat ayat suci di telinga ku dan ratna. Lalu kami pun diantar kan pulang, kerumah masing masing.
Hari pun berlalu setelah kejadian itu, ku pikir aku tidak akan mengalami nya lagi. Tapi kenyataan nya, "TIDAK". Ternyata kejadian itu terulang kembali.
Dan di malam itu:
Surya : Li, sepertinya kita pulang agak telat malam ini.
Ali : Memang ada apa sur? Tanya ku
Surya: Besok pagi mau ada kunjungan dari pusat. kita harus menyiapkan berkas untuk besok, supaya tenang. "Celoteh nya"
Ali : Oke sur, aku kebelakang dulu ya. Mau ngecek stock barang.
Surya: Oke li, nanti aku bantu.
Kami pun kembali ke aktivitas masing masing.
Sesampainya aku di belakang, " lampu nya ko remang remang ya? Perasaan biasanya terang benderang. "Batin ku.
Saat itu juga "tek" lampu tiba tiba padam. Dengan sigap ku nyalakan lampu di selular. Dan hari na'as ku terulang kembali.
Lagi lagi aku melihatnya, wanita itu. Wanita itu lagi, wanita yang memakai gaun merah. Wanita yang sempat ku kira teman kerja ku Ratna. Dia berdiri diatas salah satu balkon.
Saat itu aku terdiam terpaku, mencoba mencerna kembali apa yang telah terjadi. Tubuh ku seakan terkunci, tak bisa bergerak sama sekali.
Hingga aku tersadar wanita itu melayang menuju ke arah ku, semakin lama semakin mendekat.
Wajahnya terlihat penuh dengan kebencian dan dendam.
Ku paksa menggerakkan tubuh ku, aku berlari sekuat tenaga. Makin lama dia mendekat dan berada tepat di atas kepalaku. Aku hanya bisa berlari dan belari, tanpa sepatah kata pun bisa keluar dari mulut ku.
Ya Tuhan, apa yang akan terjadi. Tolong aku Tuhan, lindungi aku "Batinku". Hingga nafas ku terasa berat dan dada ku teramat sangat sesak. Saat itu juga aku tersungkur. Tuhan aku pasrahkan diriku pada Mu, "batinku"
Di tengah kesadaran ku yang hampir habis, aku melihat surya "temanku" dia datang menolong ku tepat waktu.
Surya: Li, kamu kenapa? Li... li...
Bersamaan dengan itu, aku melihat wanita itu pun menghilang di kegelapan malam.
Surya memapah ku, seraya berteriak meminta pertolongan.
Alhamdulillah, Tuhan menjaga ku "batin ku".
Setelah kejadian itu, aku dimutasi ke divisi lain. Sebagian teman kerja sudah mendengar cerita tentang ku.
Dan tentu saja, ada yang percaya dan banyak juga yang tidak percaya. Mereka yang percaya karena mereka pernah mengalami kejadian seperti ku, hingga mereka mempunyai panggilan tersendiri untuk wanita itu.
"KUNTILANAK MERAH"
Yaa, itu panggilannya.
"KUNTILANAK MERAH"
Sekian ceritaku, semoga kita selalu berada dalam perlindungan Nya. Aamiin
Mohon maaf apa bila ada kata kata atau kalimat yang tidak berkenan. Mohon kritik dan saran supaya blog ini kedepannya bisa semakin baik lagi.
Terima kasih.
Salam,
Yp19.
Komentar
Posting Komentar
Selamat datang dan terima kasih masukan nya.
🙏